Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan karakter berbasis teknologi dalam meningkatkan nilai-nilai kebudayaan siswa di SMPN 3 Ngamprah dan SMPN 56 Kota Bandung. Latar belakang penelitian ini adalah tantangan globalisasi yang mempengaruhi pergeseran nilai dan identitas budaya di kalangan remaja, sehingga diperlukan strategi manajemen sekolah yang memadukan pendidikan karakter dan pemanfaatan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua sekolah telah menerapkan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA) secara sistematis. Pada tahap perencanaan, program disusun secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan pemangku kepentingan lain. Pelaksanaan program memadukan pembelajaran berbasis teknologi dengan penanaman nilai kebudayaan melalui kegiatan daring dan luring, seperti proyek kreatif, kampanye digital, dan integrasi nilai budaya dalam kurikulum. Pemeriksaan menunjukkan adanya penurunan pelanggaran tata tertib dan peningkatan partisipasi siswa dalam kegiatan budaya, meskipun masih terdapat kendala pada infrastruktur teknologi dan kompetensi digital guru. Tindak lanjut meliputi penguatan kapasitas guru, peningkatan sarana teknologi, keterlibatan orang tua, dan pengelolaan data karakter berbasis digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pendidikan karakter berbasis teknologi mampu memperkuat nilai-nilai kebudayaan siswa secara efektif, namun keberlanjutannya memerlukan pembaruan program yang konsisten, dukungan sumber daya, dan keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan.
Copyrights © 2025