Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak faktor institusional terhadap implementasi kewirausahaan hijau di sektor kuliner UMKM di Kota Padang. Latar belakang penelitian ini didorong oleh urgensi penerapan praktik bisnis ramah lingkungan (kewirausahaan hijau) di tengah meningkatnya masalah lingkungan dan tuntutan akan keberlanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, di mana data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 pemilik atau manajer UMKM di sektor kuliner. Variabel sosio-budaya dan peraturan pemerintah diukur berdasarkan teori institusional yang diusulkan oleh Scott (1995), yang mencakup dimensi normatif dan regulatif. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosio-kultural dan regulasi pemerintah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi kewirausahaan hijau. Temuan ini menyarankan bahwa nilai-nilai sosial dalam masyarakat dan dukungan dari regulasi pemerintah memainkan peran penting dalam mendorong pelaku UMKM untuk mengadopsi praktik bisnis ramah lingkungan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pemerintah daerah dan UMKM dalam merumuskan kebijakan dan membangun budaya bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan.
Copyrights © 2025