Secara umum K3 atau Occupational Health and Safety (OHS) dapat didefinisikan sebagai suatu sistem program yang dibuat sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di dalam lingkungan kerja. Dalam pemanfaatan laboratorium pendidikan sebagai sarana dalam melaksanakan tridarma Perguruan Tinggi, memungkinkan timbulnya potensi bahaya dan pelanggaran terhadap prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di laboratorium. Untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja perlu dilakukan tindakan pencegahan yaitu melalui identifikasi potensi bahaya yang dapat timbul (Soehatman. 2010). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran potensi bahaya dan pengendalian risiko K3 di Laboratorium Prodi Gizi. Penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan metode HIRA yaitu melakukan observasi lab dengan temuan bahaya/risiko tinggi diantaranya kesalahan penempatan APAR, kurang lengkapnya kotak P3K, kurangnya kepatuhan penggunaan APD, kurangnya pemasangan SOP dan tata tertib, kurang tertatanya peralatan lab dan kabel listrik, ada kebocoran pipa air. Sedangkan hasil pengisian kuesioner oleh pengguna lab diantaranya selama setahun terakhir 38% pengguna lab pernah mengalami kecelakaan kerja. Jenis kecelakaan yang pernah terjadi diantaranya 57% teriris pisau, 4% terciprat minyak panas, 13% luka bakar, 13% terpeleset, 13% terkena uap panas. Dari hasil identifikasi tadi dilakukan analisis dengan mengelompokkan sumber bahaya, menganalisa penyebab, akibat, selanjutnya tindakan apa yang harus dilakukan terhadap sumber hazard tersebut (metode HAZOP). Solusi yang diberikan berupa rekayasa untuk mengurangi risiko yang ada. Kata kunci: K3; Kesehatan dan Keselamatan Kerja; Kecelakaan Kerja; Laboratorium; HIRA;HAZOP
Copyrights © 2024