Batik merupakan kekayaan budaya Indonesia yang bernilai seni tinggi. Seiringdengan berjalannya waktu, batik terus berevolusi, baik dari segi desain, teknik produksi,maupun tujuan penggunaannya. Salah satu contoh pengembangan batik adalahpengembangan batik dengan menerapkan metode desain partisipatoris, metode inidilakukan dengan melibatkan mitra pada prosesnya. Metode desain partisipatoris ini telahditerapkan Universitas Telkom saat melaksanakan pengabdian masyarakat pelatihanpembuatan batik pewarna alam pada tahap produksi di Griya Harapan Difabel. Namun,setelah dilakukan wawancara, didapati bahwa belum ada penelitian yang menerapkanmetode desain partisipatoris pada tahap pra produksi, khususnya tahap penciptaan motifdi Griya Harapan Difabel. Berdasarkan hal ini, penulis melakukan penelitian di GriyaHarapan Difabel menggunakan metode desain partisipatoris dengan tujuan untukmenciptakan motif batik yang terinspirasi dari ikon kesenian Tasikmalaya. Dalampenelitian ini diterapkan metode kualitatif, sementara data diperoleh dari hasil studiliteratur, observasi, wawancara, dan workshop. Luaran dari penelitian ini berupa moduldan poster langkah-langkah membuat motif, serta sketsa desain motif yang disusunmenggunakan komposisi motif batik berdasarkan data yang diperoleh melalui penerapanmetode desain partisipatoris.Kata kunci: desain partisipatoris, Griya Harapan Difabel, ikon kesenian Tasikmalaya, motif batik.
Copyrights © 2025