Sapi Bali merupakan salah satu plasma nutfah lokal yang berperan penting dalam program inseminasi buatan, sehingga kualitas semen segar perlu dijaga sejak penampungan hingga pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama penyimpanan semen segar pada suhu ruang (25–27°C) terhadap kualitas spermatozoa Sapi Bali. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Reproduksi Balai Ruminansia Besar Grati, Pasuruan, dengan menggunakan semen pejantan Sapi Bali umur ±4 tahun yang memiliki motilitas awal minimal 70%. Sampel semen ditampung dengan vagina buatan, kemudian dievaluasi pada waktu penyimpanan 0, 15, 30, dan 45 menit. Variabel yang diamati meliputi motilitas individu, viabilitas, dan abnormalitas spermatozoa, yang dianalisis dengan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan berhubungan negatif dengan motilitas (r=-0,544; R²=30%) dan viabilitas (r=-0,622; R²=39%), sedangkan abnormalitas menunjukkan korelasi positif lemah dan tidak signifikan (r=0,224; R²=5%). Disimpulkan bahwa penyimpanan semen segar pada suhu ruang menurunkan kualitas, terutama motilitas dan viabilitas, sehingga implikasinya semen segar sebaiknya segera digunakan atau diproses dalam waktu kurang dari 30 menit setelah penampungan untuk menjaga efektivitas reproduksi.Kata Kunci : Sapi Bali, semen segar, penyimpanan, motilitas, viabilitas, abnormalitas
Copyrights © 2025