Tanaman nanas banyak dibudidayakan di Indonesia, terutama di Sumatera Selatan, menghasilkan limbah daun yang kurang dimanfaatkan dan menjadi masalah lingkungan. Serat daun nanas memiliki potensi sebagai bahan baku alami yang ramah lingkungan dengan kekuatan tarik tinggi dan tekstur halus. Pemanfaatannya mencakup produk tekstil, hingga inovasi baru seperti hairpiece, yang selama ini berbahan rambut asli atau sintetis. Serat daun nanas menawarkan solusi ekonomis dan berkelanjutan, mendukung pengurangan limbah pertanian sekaligus pengembangan industri fashion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas atau uji kelayakan serat daun nanas sebagai bahan pembuatan hairpiece serta mengetahui serat daun nanas disukai dan dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan hairpiece. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengumpulan data menggunakan angket. Validitas produk dilakukan oleh 3 panelis ahli dan uji kesukaan dilakukan oleh 15 panelis ahli yang terdiri dari 6 hairstylist dan 9 pemilik salon. Teknik analisis dalam penelitian menggunakan deskriptif persentase. Hasil uji validitas produk menyatakan bahwa hairpiece dari serat daun nanas valid dengan rata-rata 94,4% dengan kriteria sangat layak sehingga layak digunakan oleh masyarakat. Hasil uji kesukaan dari 15 responden menyatakan bahwa produk hairpiece dari serat daun nanas sangat suka dengan ratarata 96,7%.
Copyrights © 2025