Penelitian ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam melestarikan seni tradisional di Desa Yosowilangun Kidul, Lumajang, Jawa Timur. Komunikasi antara orang tua dan anak memainkan peran penting dalam mempengaruhi partisipasi anak dalam seni tradisional, mencerminkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya. Dengan menggunakan teori keseimbangan Heider, penelitian ini menganalisis interaksi orang tua dan anak dalam konteks pelestarian seni tradisional, menyoroti pentingnya keseimbangan dalam komunikasi untuk mengoptimalkan perkembangan bakat anak. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi komunikasi orang tua dan anak serta dampaknya pada perkembangan bakat anak di Sanggar Taruna Budaya Yosowilangun Kidul. Metode deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan orang tua memberikan dukungan mental, materi, dan spiritual, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik anak-anak di sanggar tersebut. Keterlibatan aktif orang tua menciptakan lingkungan yang memotivasi dan mendukung anak-anak untuk berkembang dalam seni tradisional dan karawitan. Kesimpulannya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan bakat seni anak.
Copyrights © 2024