Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA PELESTARIAN SENI TARI TRADISIONAL DAN KARAWITAN MELALUI KESEIMBANGAN KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK Istiqomah, Windasari; Juariyah
MEDIAKOM Vol. 8 No. 01 (2024): Mediakom, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v8i01.2249

Abstract

Penelitian ini menyoroti pentingnya peran orang tua dalam melestarikan seni tradisional di Desa Yosowilangun Kidul, Lumajang, Jawa Timur. Komunikasi antara orang tua dan anak memainkan peran penting dalam mempengaruhi partisipasi anak dalam seni tradisional, mencerminkan kesadaran akan pentingnya mempertahankan budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan warisan budaya. Dengan menggunakan teori keseimbangan Heider, penelitian ini menganalisis interaksi orang tua dan anak dalam konteks pelestarian seni tradisional, menyoroti pentingnya keseimbangan dalam komunikasi untuk mengoptimalkan perkembangan bakat anak. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi komunikasi orang tua dan anak serta dampaknya pada perkembangan bakat anak di Sanggar Taruna Budaya Yosowilangun Kidul. Metode deskriptif digunakan dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan orang tua memberikan dukungan mental, materi, dan spiritual, menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan holistik anak-anak di sanggar tersebut. Keterlibatan aktif orang tua menciptakan lingkungan yang memotivasi dan mendukung anak-anak untuk berkembang dalam seni tradisional dan karawitan. Kesimpulannya, peran orang tua sangat penting dalam membentuk lingkungan yang mendukung perkembangan bakat seni anak.
OPINI PUBLIK TERHADAP TREN PENGGUNAAN BUSANA VINTAGE DI KALANGAN MASYARAKAT KABUPATEN LUMAJANG : (Studi Kasus Pada Butik Ekavia Collection) Andini Salsabila, Adelia; Juariyah
MEDIAKOM Vol. 6 No. 02 (2023): Mediakom, Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v6i02.1883

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji opini pu blik terhadap tren penggunaan busana vintage di kalangan masyarakat Kabupaten Lumajang. Busana vintage mengacu pada pakaian atau aksesori yang diproduksi pada periode sebelumnya, namun kembali populer dalam tren mode saat ini. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana masyarakat Kabupaten Lumajang merespons dan memandang penggunaan busana vintage dalam konteks budaya dan identitas mereka. Metode penelitian menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yang menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dan dokumentasi. Pertanyaan dalam survei ini mencakup aspek-aspek seperti pengetahuan tentang busana vintage, preferensi penggunaan busana vintage, alasan di balik pemilihan busana vintage, Mengidentifikasi pola dan tren yang muncul dalam opini publik terkait penggunaan busana vintage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden di Kabupaten Lumajang memiliki pengetahuan tentang busana vintage dan beberapa di antaranya tertarik untuk mengikutinya sebagai tren mode. Alasan utama untuk memilih busana vintage adalah keunikan desain, nilai sentimental, dan ekspresi diri.
KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL ORANG TUA DENGAN ANAK USIA DINI DALAM MENJAGA INTERAKSI SOSIAL AKIBAT PENGGUNAAN PONSEL Putri Sutrisno, Nur Jamila; Juariyah
MEDIAKOM Vol. 6 No. 02 (2023): Mediakom, Februari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v6i02.1923

Abstract

The part of communication contains a exceptionally important presence in passing on messages and data in existence , counting inside the family circle. Its noteworthiness is evident in keeping up connections between family individuals, particularly in connections between guardians and children. Through effective communication, guardians and children can frame a steady mentality to realize common objectives. Inside the system of this investigate, the most consideration is centered on issues that frequently emerge in communication between guardians and children, with illustrations of circumstances such as when guardians are active working exterior the domestic so that restricted time to communicate or connected ideally with children can ended up an deterrent. This inquire about strategy employments a expressive subjective strategy where the information coming about from interviews with asset people will be examined into actualities with respect to the existing issue. This investigate will talk about communication between parents and children which is interpersonal communication utilizing the circular hypothesis of Charles E. Osgood and Wilbur Schramm. The inquire about comes about can be clarified that parental communication is truly required to preserve social interaction, so giving cell phones from an early age continuously without any guidance from parents makes children reluctant to socialize with their peers. However, some parents also experience several obstacles in maintaining their children's social interactions, such as being busy earning a living. Keyword : Interpersonal Communication ; Social Interaction; Cell Phone
PERSEPSI MAHASISWA PEROKOK DALAM MENANGGAPI PERINGATAN BAHAYA PADA BUNGKUS ROKOK: Studi Kasus Pada Mahasiswa Ilmu Kesehatan Universitas dr. Soebandi Dewi Caprianda Widayanti, Dechika Erian; Juariyah
MEDIAKOM Vol. 7 No. 01 (2023): Mediakom, September 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/mediakom.v7i01.1964

Abstract

This research tries to explain and describe how student smokers perceive the danger warnings on cigarette packs. This study aims to examine several factors that underlie smoking behavior among students at Dr. University. Soebandi, Jember Regency. This research was conducted using a descriptive qualitative method, which involved data mining methods through observation and interviews. A total of 7 students from the Faculty of Health Sciences, Dr. University. Soebandi, who is an active smoker, became the informant in this research. In understanding the reality of the informants, this research uses the S-O-R theory put forward by Hovland as an effort to understand the social reality in society that underlies an action. The results of the research prove that there are several factors that underlie students' smoking habits, including cultural factors, students' personal experience factors, and educational factors that underlie students' smoking habits.
Komunikasi Antarbudaya Santri di Pondok Pesantren Nurul Ma’rifah Bondowoso Suci Hartini; Juariyah
Bahasa Indonesia Vol 6 No 2 (2025): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam, Desember 2025
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v6i2.1607

Abstract

Pondok pesantren memiliki peranan yang signifikan dalam menanamkan nilai-nilai iman, ketakwaan, serta toleransi. Komunikasi antar budaya dalam Penelitian ini yang terjadi di Pondok Pesantren Nurul Ma'rifah, khususnya terkait dengan cara santri dari berbagai latar belakang budaya berinteraksi satu sama lain serta mengidentifikasi elemen yang memengaruhi kualitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahasa dan proses adaptasi budaya sangat penting dalam berkomunikasi antar santri. Bahasa Madura, yang merupakan bahasa mayoritas di pesantren, digunakan untuk memperkuat hubungan antar santri. Akan tetapi, bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat pemersatu bagi santri yang tidak fasih dalam bahasa daerah. Kendala komunikasi muncul akibat perbedaan bahasa, namun santri yang berasal dari luar daerah berusaha mempelajari bahasa Madura untuk mengurangi kecanggungan dan memperlancar interaksi antarbudaya. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa komunikasi antarbudaya di pesantren melibatkan adaptasi budaya, saling menghormati, dan pengulangan komunikasi. Penggunaan bahasa Madura menjadi salah satu cara untuk mempererat hubungan antar santri yang memiliki perbedaan budaya. Rekomendasi yang diajukan adalah agar santri saling memahami dan mempelajari bahasa dari berbagai kebudayaan untuk mempermudah komunikasi antarbudaya. Dengan demikian, akan tercipta kesamaan makna dalam komunikasi sehingga tujuan dari komunikasi dapat tercapai secara efektif.