Industri peternakan ayam petelur menghadapi tantangan serius akibat penyakit pernapasan seperti Infectious Coryza (Snot) yang disebabkan oleh Avibacterium paragallinarum. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan ayam, menurunkan produksi telur, dan menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, namun keterbatasan tenaga ahli di lapangan sering menghambat tindakan pencegahan yang cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem deteksi gejala penyakit Snot pada ayam petelur melalui analisis citra wajah menggunakan algoritma Haar Cascades. Metode ini dikenal efisien dalam mengenali pola visual dan telah banyak digunakan dalam pendeteksian wajah manusia. Sistem ini diimplementasikan dalam bentuk aplikasi berbasis web guna memberikan solusi deteksi yang praktis, efisien, dan akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi gejala Snot secara dini, sehingga dapat membantu peternak dalam mengambil tindakan lebih cepat, mengurangi risiko penularan, dan meminimalkan kerugian ekonomi
Copyrights © 2025