Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dinamika Pilkada Jakarta 2024 dalam konteks relasi kekuasaan politik antara tingkat nasional dan lokal. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif yang didasarkan pada studi pustaka dan analisis wacana, penelitian ini mengkaji bagaimana berbagai aktor politik, mulai dari partai politik, elite nasional, tokoh lokal, hingga oligarki ekonomi, memengaruhi proses pencalonan, kampanye, dan hasil pemilihan gubernur DKI Jakarta 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemenangan pasangan Pramono Anung-Rano Karno yang didukung oleh PDI-P dan Hanura, tidak terlepas dari peran aktor-aktor penting, di mana aktor-aktor tersebut memanfaatkan Pilkada untuk memperkuat posisi politik mereka dalam arena politik Nasional. Meskipun menghadapi koalisi "gemuk" Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus yang didukung secara eksplisit oleh elite nasional. Selain itu, adanya tingkat partisipasi pemilih yang rendah dan indikasi apatisme publik, serta peran oligarki dan potensi dinasti politik dalam membentuk lanskap politik Jakarta
Copyrights © 2025