Mual dan muntah pada awal kehamilan disebabkan oleh peningkatan hormon Human Chorionic Gonadotropin (hCG), yang menyebabkan relaksasi otot polos dalam sistem pencernaan, sehingga mengurangi kualitas fungsi lambung, terutama saat lambung kosong. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk pemberian asuhan keperawatan dengan masalah mual muntah pada ibu hamil trimester 1 melalui penerapan aromaterapi inhalasi peppermint. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus asuhan keperawatan dengan pendekatan aromaterapi peppermint. Subjek penelitian adalah dua ibu hamil trimester pertama dengan keluhan mual muntah. Data dikumpulkan pada Mei 2025 melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Salah satu upaya metode nonfarmakologi yang dapat dilakukan yaitu pemberian aromaterapi inhalasi peppermint pada ibu hamil trimester 1. Hasil menunjukkan penurunan frekuensi mual muntah: pada pasien pertama dari 8x/hari menjadi 2x/hari, dan pasien kedua dari 11x/hari menjadi 1–2x/hari. Pasien juga memahami cara penggunaan aromaterapi dengan baik. Saran dari penelitian ini adalah agar aromaterapi peppermint dapat dijadikan intervensi mandiri maupun kolaboratif dalam pelayanan keperawatan primer. Saran dapat menjadi teknik nonfarmakologi yaitu aromaterapi inhalasi peppermint pada ibu hamil trimester 1 di PMB Yuli Caturini Kotabumi.
Copyrights © 2025