Pendahuluan: Motivasi kerja yakni satu di antara faktor penting yang bisa memengaruhi perilaku caring perawat dalam memberi pelayanan keperawatan kepada pasien. Berdasarkan temuan studi pendahuluan melalui wawancara bersama perawat di RSI Banjarmasin, diketahui bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam dunia keperawatan. Studi ini memiliki tujuan menganalisis korelasi antara motivasi kerja dengan perilaku caring perawat di ruang rawat inap dan ICU RSI Banjarmasin. Metode: Mempergunakan jenis penelitian kuantitatif asosiatif dengan sampel sebanyak 75 perawat yang dipilih melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data mempergunakan kuesioner motivasi kerja berdasarkan teori Herzberg serta kuesioner perilaku caring CBI-24. Hasil: penelitian memperlihatkan bahwasanya mayoritas perawat mempunyai tingkat motivasi kerja yang Baik (74,7%) serta perilaku caring yang baik (81,33%). Analisis bivariat mempergunakan uji Spearman rank memperlihatkan terdapat korelasi signifikan antara motivasi kerja serta perilaku caring perawat dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05) serta nilai koefisien korelasi r = 0,752, yang memperlihatkan tingkat korelasi yang kuat. Simpulan: Semakin tinggi motivasi kerja perawat, dengan demikian semakin baik juga perilaku caring yang ditunjukkan dalam praktik keperawatan. Penelitian ini merekomendasikan agar pihak rumah sakit menaikkan motivasi kerja perawat melalui pendekatan manajerial serta program pengembangan profesional guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan keperawatan.
Copyrights © 2025