Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik (RME) telah diterapkan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan sistem informasi rekam medik elektronik di rumah sakit. Namun, masih terdapat tantangan seperti jaringan error, kualitas sistem, dan kebijakan prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel manusia, organisasi teknologi terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna rekam medik elektronik berdasarkan teori HOT-Fit. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 27 responden yang merupakan pengguna RME di unit rawat inap RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Evaluasi Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik dan dianalisis dengan Fisher’s Exact Test. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan antara HOT terhadap Benefit dengan nilai signifikan (p=0,030). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor manusia, organisasi dan teknologi secara bersama-sama saling berinteraksi untuk memengaruhi manfaat yang dirasakan bagi penggunanya. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi rekam medik elektronik tidak hanya bergantung pada teknologi saja, tetapi juga peran penting faktor manusia dan organisasi. Peningkatan kualitas ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengguna serta optimalisasi layanan kesehatan berbasis digital di rumah sakit.
Copyrights © 2025