Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fenomena alih kode dan campur kode yang terjadi dalam komunikasi remaja di media sosial. Fenomena kebahasaan ini semakin sering ditemukan karena media sosial menjadi ruang interaksi utama remaja di era digital. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data berupa percakapan teks dari aplikasi WhatsApp, Instagram, dan TikTok. Data dikumpulkan melalui tangkapan layar percakapan remaja serta wawancara untuk mengetahui faktor penyebab alih kode dan campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dominan terjadi antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sedangkan campur kode banyak ditemukan dalam bentuk penyisipan kata atau frasa asing dalam percakapan sehari-hari. Faktor penyebabnya antara lain pengaruh globalisasi, identitas kelompok, dan gaya bahasa remaja yang cenderung dinamis. Penelitian ini memberikan implikasi pada kajian sosiolinguistik serta pembelajaran bahasa Indonesia dengan memperhatikan fenomena kebahasaan digital.
Copyrights © 2024