Urgensi etika komunikasi di ruang virtual semakin meningkat seiring tingginya presentase angka cyberbullying yang berdampak negatif bagi korban, seperti depresi, perilaku agresif traumatis dan berpotensi menginisiasi korban melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pesan etika komunikasi dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 dan relevansinya dengan fenomena cyberbullying di ruang virtual. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melibatkan riset kepustakaan dan studi netnografi. Riset kepustakaan untuk memahami etika komunikasi dan konsep normatif surat Al-Hujurat ayat 11 dengan analisis tafsir tahlili. Selanjutnya, pada tahap studi netnografi berfungsi untuk mengamati perilaku cyberbullying warganet di ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga etika komunikasi perspektif surat Al-Hujurat ayat 11 yaitu : pertama, menggunakan tolak ukur keilahian yaitu menilai individu berdasarkan ketakwaannya bukan berdasarkan karakteristik fisik, gender, dan status sosial, kedua menghormati martabat dan identitas setiap individu, ketiga membangun solidaritas dan empati. Pada kasus Rikhie Adrian Devgan dan Aurel Hermansyah menyoroti urgensi penerapan etika komunikasi untuk mencegah perilaku merendahkan di ruang virtual. Moral values Surah Al-Hujurat ayat 11 sangat relevan sebagai landasan etika berkomunikasi dan sebagai langkah preventif untuk membantu mengatasi kasus cyberbullying dalam interaksi masyarakat di ruang digital.
Copyrights © 2024