Muhammad Ronaydi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengenal Wadi’ah dan Hawalah Dalam Fiqih Muamalah Muhammad Ronaydi
SETYAKI : Jurnal Studi Keagamaan Islam Vol. 1 No. 4 (2023): NOVEMBER
Publisher : CV Kalimasada Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59966/setyaki.v1i4.643

Abstract

The research investigates one of the muamalah fiqh products that is also developing along with the sharia economy, namely the Wadi'ah and hawalah processes, where this process has begun to be practiced and is also widely used in every transaction in sharia financial institutions. Therefore, the main focus of this paper is to discuss the meaning of Wadi'ah and Hawalah. This research uses a descriptive qualitative analytical approach, with a library research method (Library Research). The result of this writing is that etymologically Wadi'ah is something that is entrusted while in terminology it is an agreement to entrust something to a certain party in order to always maintain the safety, security and integrity of what has been entrusted. The law of wadi'ah is permissible. Etymologically, hawalah is a transfer, while in terminology it is a transfer of a person's debt to another party to pay the debt accompanied by a sense of mutual trust and agreement. The law of hawalah is permissible.
Etika Komunikasi Virtual: Solusi Normatif Surat Al-Hujurat Ayat 11 dalam Mengatasi Cyberbullying Yunita Hemalia; Muhammad Ronaydi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1173

Abstract

Urgensi etika komunikasi di ruang virtual semakin meningkat seiring tingginya presentase angka cyberbullying yang berdampak negatif bagi korban, seperti depresi, perilaku agresif traumatis dan berpotensi menginisiasi korban melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pesan etika komunikasi dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 dan relevansinya dengan fenomena cyberbullying di ruang virtual. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melibatkan riset kepustakaan dan studi netnografi. Riset kepustakaan untuk memahami etika komunikasi dan konsep normatif surat Al-Hujurat ayat 11 dengan analisis tafsir tahlili. Selanjutnya, pada tahap studi netnografi berfungsi untuk mengamati perilaku cyberbullying warganet di ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga etika komunikasi perspektif surat Al-Hujurat ayat 11 yaitu : pertama, menggunakan tolak ukur keilahian yaitu menilai individu berdasarkan ketakwaannya bukan berdasarkan karakteristik fisik, gender, dan status sosial, kedua menghormati martabat dan identitas setiap individu, ketiga membangun solidaritas dan empati. Pada kasus Rikhie Adrian Devgan dan Aurel Hermansyah menyoroti urgensi penerapan etika komunikasi untuk mencegah perilaku merendahkan di ruang virtual. Moral values Surah Al-Hujurat ayat 11 sangat relevan sebagai landasan etika berkomunikasi dan sebagai langkah preventif untuk membantu mengatasi kasus cyberbullying dalam interaksi masyarakat di ruang digital.
Etika Komunikasi Virtual: Solusi Normatif Surat Al-Hujurat Ayat 11 dalam Mengatasi Cyberbullying Yunita Hemalia; Muhammad Ronaydi
Bahasa Indonesia Vol 5 No 2 (2024): J-Kis: Jurnal Komunikasi Islam Desember 2024
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam IAI Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/j-kis.v5i2.1173

Abstract

Urgensi etika komunikasi di ruang virtual semakin meningkat seiring tingginya presentase angka cyberbullying yang berdampak negatif bagi korban, seperti depresi, perilaku agresif traumatis dan berpotensi menginisiasi korban melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan menganalisis pesan etika komunikasi dalam Surat Al-Hujurat ayat 11 dan relevansinya dengan fenomena cyberbullying di ruang virtual. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif melibatkan riset kepustakaan dan studi netnografi. Riset kepustakaan untuk memahami etika komunikasi dan konsep normatif surat Al-Hujurat ayat 11 dengan analisis tafsir tahlili. Selanjutnya, pada tahap studi netnografi berfungsi untuk mengamati perilaku cyberbullying warganet di ruang virtual. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga etika komunikasi perspektif surat Al-Hujurat ayat 11 yaitu : pertama, menggunakan tolak ukur keilahian yaitu menilai individu berdasarkan ketakwaannya bukan berdasarkan karakteristik fisik, gender, dan status sosial, kedua menghormati martabat dan identitas setiap individu, ketiga membangun solidaritas dan empati. Pada kasus Rikhie Adrian Devgan dan Aurel Hermansyah menyoroti urgensi penerapan etika komunikasi untuk mencegah perilaku merendahkan di ruang virtual. Moral values Surah Al-Hujurat ayat 11 sangat relevan sebagai landasan etika berkomunikasi dan sebagai langkah preventif untuk membantu mengatasi kasus cyberbullying dalam interaksi masyarakat di ruang digital.