Meningkatnya penduduk Indonesia pertahun turut meningkatnya penggunaan plastik. Penggunaan plastik dalam bahan pembuatan perlalatan makan semakin meningkat seperti sendok. Sendok plastik termasuk limbah anorganik sehingga akan menjadi zat yang beracun bagi kesehatan dan lingkungan. Dikarenakan plastik memiliki banyak kelemahan maka diperlukan inovasi sendok yang ramah lingkungan yaitu Edible Spoon. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh beras merah, daun tanaman kelakai, dan kayu manis terhadap karakteristik edible spoon dan sebagai upaya mengurangi sendok makanan plastik. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus uraiannya adalah pembuatan edible spoon dari tepung beras dengan kombinasi kayu manis dan tanaman kelakai. Teknik deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan proses pembuatan edible spoon yang ramah lingkungan, dan pengujian terhadap bau dan rasa, tingkat daya serap, dan daya penyimpanan. Teknik pengumpulan data adalah observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan edible spoon melalui tahapan pencampuran bahan baku, pembuatan adonan, pecetakan, dan pengeringan terbukti mampu menghasilkan edible spoon karakteristik bau dan rasa kayu manis yang kuat, memiliki daya serap air sebesar 57,7%, dan penyimpanan dalam waktu 2 minggu menujukkan bau dari edible spoon tidak berubah dan ada pertumbuhan jamur. Produk inovatif edible spoon yang ramah lingkungan mempunyai keunggulan untuk di kembangkan lebih lanjut.
Copyrights © 2024