Petani padi merupakan pelaku utama sektor pertanian yang berperan penting dalam ketahanan pangan nasional, namun sering menghadapi tantangan ekonomi dan psikologi yang dapat berdampak pada kesejahteraan dan status gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengeluaran pangan dan tingkat stres dengan status gizi petani padi di Desa Jayamulya, Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional , melibatkan 90 responden yang dipilih melalui simple random sampling. Variabel yang dianalisis mencakup pengeluaran pangan, tingkat stres, dan status gizi yang diukur menggunakan kuesioner PPG 2018 dan PSS-10 serta pengukuran antropometri (IMT). Analisis penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat yaitu Uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,9% petani memiliki pengeluaran pangan rendah, 47,8% mengalami stres berat, dan 66,7% memiliki status gizi kurang. Uji Chi-Square mengungkapkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengeluaran pangan dan status gizi (p=0,05) serta antara tingkat stres dan status gizi (p=0,001). Intervensi gizi yang tepat dan edukasi mengenai pengelolaan tingkat stres diperlukan untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas petani secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025