Masa remaja merupakan tahap perkembangan yang kompleks dan rentan, terutama dalam aspek pengelolaan emosi. Salah satu faktor penting yang memengaruhi kemampuan regulasi emosi remaja adalah gaya pengasuhan orang tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dampak pola asuh permisif terhadap regulasi emosi pada remaja SMP melalui studi literatur dari berbagai sumber ilmiah dalam rentang waktu 2015–2025. Ciri utama dari pola asuh permisif yaitu tingginya kebebasan yang diberikan kepada anak tanpa disertai kontrol dan batasan yang jelas, yang berdampak pada lemahnya pengendalian diri dan kesulitan dalam mengelola emosi secara adaptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja yang dibesarkan dengan pola asuh permisif cenderung mengalami peningkatan emosi negatif seperti kecemasan, impulsivitas, agresivitas, serta rendahnya kepercayaan diri dan kecerdasan emosional. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran orang tua, guru, dan konselor dalam menerapkan pola asuh yang seimbang guna mendukung perkembangan emosional yang sehat pada remaja.
Copyrights © 2025