Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan somo-somo (そもそも) dan moto-moto (もともと) dalam bahasa Jepang melalui analisis berbasis korpus. Kedua ungkapan tersebut dianggap memiliki makna serupa, namun sebenarnya menunjukkan fungsi pragmatik yang berbeda dalam wacana. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan analisis data dari Balanced Corpus of Contemporary Written Japanese (BCCWJ) dan Corpus of Everyday Japanese Conversation (CEJC). Data dianalisis dengan melihat frekuensi kemunculan, distribusi sintaksis, serta konteks pragmatik penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa somo-somo lebih banyak digunakan sebagai penanda premis dalam argumen atau latar belakang diskusi, sedangkan moto-moto cenderung menegaskan sifat bawaan atau kondisi asal suatu entitas. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman kedua ekspresi tidak dapat dilepaskan dari fungsi pragmatik dan konteks, sehingga memiliki implikasi penting bagi pembelajaran bahasa Jepang sebagai bahasa asing.
Copyrights © 2025