Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi struktur naratif dan makna teologis dari Mikha pasal 5, khususnya ayat 1–5a, sebagai wacana pengharapan profetik yang lahir di tengah krisis sosial dan spiritual bangsa Yehuda. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana Mikha 5 menyampaikan pesan eskatologis yang kontekstual serta apa implikasinya bagi kehidupan iman masa kini. Melalui Metode Studi Pustaka, penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menelaah data melalui analisis literer-teologis terhadap teks dan interpretasi para sarjana, serta membandingkannya dengan penelitian terdahulu. Kebaruan (novelty) dari penelitian ini terletak pada pendekatan struktural-naratif yang melihat Mikha 5 sebagai konstruksi harapan kolektif, bukan sekadar prediksi Mesianik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mikha 5 membalikkan tatanan nilai konvensional, menampilkan Betlehem sebagai tempat lahirnya pemimpin damai. Pesan profetik ini relevan bagi komunitas masa kini dalam menghadapi krisis, menawarkan model kepemimpinan alternatif, serta menegaskan bahwa Allah tetap berkarya melalui ketidakjelasan sejarah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian nabi-nabi kecil dan memperkaya diskursus teologi publik yang berakar pada teks Alkitab.
Copyrights © 2025