Kelompok Tan Hutan (KTH) Buttu Puang, Desa Mirring, Kabupaten Polewali Mandar merupakan KTH yang mengelola Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa gula aren. Meskipun produksinya masih menggabungkan metode tradisional dan menggunakan peralatan canggih, gula aren telah muncul sebagai komoditas utama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi bisnis yang perlu diterapkan pada usaha garen ini dengan mengacu pada 11P Marketing Mix sebagai alternative strategi untuk mengembangkan usaha gula aren secara berkelanjutan. Pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitian dilakukan dengan teknik tinjauan pustaka, observasi lapangan, dan wawancara mendalam untuk memperoleh data atau informasi yang relevan dengan topic penelitian. Analisis deskriptif kualitatif dipilih sebagai metode analisis data dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa elemen dari 11P telah diterapkan, tetapi belum optimal. Aspek kemasan ramah lingkungan, janji merek (terutama untuk produk gula aren), efektivitas promosi, dan perluasan kemitraan perlu ditingkatkan. Dengan memperkuat unsur-unsur tersebut, gula aren dari KTH Buttu Puang memiliki potensi besar untuk menjadi produk lokal unggul yang berdaya saing di pasar nasional dan internasional.
Copyrights © 2025