Pendahuluan: Peningkatan harapan hidup manusia berkontribusi pada peningkatan jumlah lansia, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kejadian penyakit tidak menular termasuk penyakit kardivoaskular seperti hipertensi. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara mengetahui faktor-faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang melibatkan 97 lansia PUSAKA di Kalideres, Jakarta Barat. Variabel yang diukur adalah aktivitas fisik, status gizi, dan profil lipid. Responden dinyatakan mengalami hipertensi apabila memiliki tekanan darah ≥140/90 mmHg ketika dilakukan pengukuran, atau pada responden yang memang sudah terdiagnosis mengalami hipertensi sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden adalah perempuan (72,2%). Sebanyak 33% responden mengalami hipertensi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia (p=0,045; OR=2,571), LDL (p=0,045; OR=2,571), dan kolesterol total (p= 0,018; OR=3,279) terhadap hipertensi pada lansia. Sedangkan jenis kelamin, pendidikan, status gizi, aktivitas fisik, HDL, dan trigliserida tidak memiliki hubungan terhadap hipertensi pada lansia Simpulan: Usia, LDL, dan kolesterol total ditemukan sebagai faktor risiko kejadian hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2025