Negara Singapura yang terletak di kawasan Asia Tenggara merupakan negara sekular di mana adanya pemisahan antara urusan negara dan agama. Menjadi seorang mualaf di negara Singapura memperoleh tantangan tersendiri dalam menjadi kehidupan sebagai Muslim. Ada beberapa alasan seseorang menjadi mualaf. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi melalui analisis video, serta studi literatur yang melibatkan penelaahan terhadap buku dan jurnal relevan. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional James S. Coleman. Hasil analisis menunjukkan bahwa para informan Muslim memilih menganut agama Islam ditinjau dari teori pilihan rasional yaitu mendapatkan sejumlah manfaat seperti memperoleh kedamaian dalam hidup, mendapatkan sejumlah keuntungan ekonomi, lebih dapat mengendalikan emosi, mendapatkan pasangan seiman dan mendapatkan ketenangan. Kerugian yang timbul berupa tidak dapat mengonsumsi daging babi dan minuman berakolhol, mendapatkan stigma dari masyarakat maupun keluarga, dan harus selektif dalam memilih bahan makanan. Kesimpulannya, bahwa menjadi seorang mualaf di negara sekular dan berpenduduk mayoritas non-Muslim seperti Singapura merupakan proses yang penuh tantangan namun juga memberikan manfaat tersendiri bagi individu yang menjalani proses tersebut. Berdasarkan analisis menggunakan teori pilihan rasional James S. Coleman, para mualaf memutuskan untuk memeluk Islam karena mempertimbangkan manfaat yang lebih besar dibandingkan kerugian yang harus mereka tanggung.
Copyrights © 2025