Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak Program food estate terhadap pendapatan petani padi di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi langsung di tiga desa, yakni Fatuketi, Umaklaran, dan Manleten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan petani melalui penyediaan sarana produksi, pelatihan teknis, serta pendampingan dari berbagai pihak, termasuk dinas pertanian dan TNI. Namun demikian, terdapat pula sejumlah tantangan dalam implementasi program, seperti keterbatasan air irigasi saat musim kemarau dan lemahnya koordinasi dalam kelompok tani. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun program food estate memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh dukungan infrastruktur, manajemen kelompok tani, dan kesinambungan pendampingan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan pertanian berkelanjutan di wilayah perbatasan.
Copyrights © 2025