Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan. Analisis dilakukan dengan mengkaji ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan, literatur filsafat ilmu, serta teori kuantum modern. Metode hermeneutis digunakan untuk menafsirkan keterhubungan antara nilai-nilai Qur’ani dan konsep-konsep ilmu pengetahuan. Kajian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip dalam teori kuantum, seperti ketidakpastian, dualitas partikel-gelombang, entanglement, dan keberlanjutan pengetahuan, memiliki korelasi dengan nilai-nilai epistemologis yang terkandung dalam Al-Qur’an. Konsep Quantum of Knowledge menegaskan bahwa pengetahuan berkembang secara bertahap dan berkesinambungan, dengan wahyu sebagai penuntun arah etis dan moral perkembangan ilmu. Dialog antara Al-Qur’an dan filsafat ilmu di era modern mengarah pada integrasi antara wahyu dan rasionalitas. Integrasi ini memungkinkan lahirnya paradigma ilmu pengetahuan yang lebih holistik, berorientasi pada keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral, serta membentuk generasi ilmuwan yang etis dan bermanfaat bagi kemanusiaan. Konsep Quantum of Knowledge memberikan perspektif baru dalam menjembatani spiritualitas dan sains. Al-Qur’an, sebagai mitra dialog filsafat ilmu, mampu menjadi dasar pembangunan ilmu pengetahuan yang tidak hanya rasional dan empiris, tetapi juga transendental, beretika, dan berkontribusi bagi kemaslahatan umat manusia.
Copyrights © 2025