Terapi hemodialisis merupakan pengganti fungsi ginjal yang rusak dan seringkali menyebabkan pasien mengalami gangguan psikologis seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini penting untuk memahami dampak psikologis dari terapi ini pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 92 pasien hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban yang diambil melalui purposive sampling. Pengukuran depresi dan kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner DASS (Depression Anxiety Stress Scale). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon psikologis (depresi dan kecemasan) pasien yang menjalani terapi hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban serta mengidentifikasi faktor-faktor demografis yang berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% pasien tidak mengalami depresi, sementara 2,2% mengalami depresi berat. Dalam hal kecemasan, 42,4% pasien berada dalam kategori normal, dengan 9,8% mengalami kecemasan sangat berat. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat depresi dan kecemasan dengan karakteristik demografis seperti jenis kelamin dan pendidikan. Sebagian besar pasien hemodialisis di RSUD Dr. R. Koesma Tuban tidak mengalami depresi dan kecemasan yang berat. Dukungan keluarga dan pendidikan tentang terapi hemodialisis dapat berkontribusi dalam meminimalisir masalah psikologis ini.
Copyrights © 2024