Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan pendidikan terbaik di Indonesia, namun masuk dalam 10 besar terbawah dalam hal literasi. Tingginya tingkat kebutaan aksara menjadi salah satu pemicunya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara literasi, pendidikan, dan kebutaan aksara di Jawa Timur tahun 2023. Penelitian ini menggunakan analisis faktor pada lima variabel, yaitu tingkat kunjungan masyarakat ke perpustakan dalam satu hari, indeks pembangunan literasi masyarakat, rata-rata lama sekolah, jumlah mahasiswa, serta persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bisa baca tulis. Sebelum analisis faktor, akan dilakukan pengujian asumsi distribusi normal multivariat, uji kecukupan data, independensi, dan pemeriksaan korelasi antar variabel guna memastikan data telah memenuhi asumsi untuk difaktorkan. Setelahnya, analisis faktor akan dilakukan dengan PCA. Hasil analisis menunjukkan bahwa data memiliki sebaran data yang bervariasi, dimana tingkat kunjungan harian ke perpustakaan dan jumlah mahasiswa memiliki standar deviasi yang lebih besar dari rata-rata. Data memenuhi asumsi distribusi normal multivariat, serta antar variabel memiliki hubungan yang kuat. Variabel dengan varians terbesar yang dapat dijelaskan oleh faktor terbentuk adalah persentase penduduk usia 15 tahun ke atas yang tidak bisa baca tulis, serta dua faktor baru yang terbentuk diberi nama ”kualitas pendidikan” dan ”aksesibilitas pendidikan”. Hasil penelitian menunjukkan nilai korelasi setiap komponen yang tinggi, sehingga membuktikan bahwa adanya hubungan antara keterkaitan antara literasi, pendidikan, dan kebutaan aksara di Jawa Timur tahun 2023.
Copyrights © 2024