Puncak perkembangan metode syarh hadis terjadi pada masa kodifikasi hadis, terutama setelah abad ke-3 Hijriah. Pada masa ini, banyak muncul karya-karya besar di bidang syarh hadis yang disusun secara sistematis. Para ulama mulai menuliskan penjelasan-penjelasan lengkap atas kitab-kitab hadis kanonik seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan lain-lain. Teknik tafsir hadis merupakan istilah lain dari metode fikih atau metode syarah hadis. Kedua istilah ini pada hakikatnya sama, meskipun memiliki perbedaan pada sisi yang lain. Begitu pula dengan pendekatan yang digunakan dalam memahami dan menafsirkan hadis. Setiap metode penafsiran sabda nabi memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Selain memahami ilmu bahasa, seseorang juga harus memperhatikan konteks di mana hadis itu disampaikan dan bagaimana orang tersebut memahaminya. Dalam ranah ini, beberapa pendekatan dapat digunakan untuk memahami hadis. Namun, hal ini juga dapat digunakan untuk melihat tipologi syarah hadis yang berkembang.
Copyrights © 2025