Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HAKIM DALAM PERSPEKTIF HADIS Muhammad Ali Ngampo
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 8 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.81 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v8i1.4005

Abstract

Hakim adalah seseorang yang melakukan kekuasaan kehakiman yang diatur menurut undang-undang, seseorang yang memutus suatu perkara secara adil berdasar atas bukti-bukti dan keyakinan yang ada pada dirinya sendiri. Dalam melakukan kekuasaan kehakiman hakim dihadapkan dengan berbagai hal yang dapat mempengaruhi putusannya nanti. Dengan demikian jabatan hakim ini menjadi sangat penting karena memutus suatu perkara bukanlah hal mudah. Ia harus sangat berhati-hati menjatuhkan hukuman kepada yang bersalah sebab yang bersalah kadang-kadang dibenarkan. Metode dalam penelitian ini adalah syarh al-hadīś bi al-mawdhū'iy, yakni menjelaskan sejumlah hadis yang setema (tematik). Eksistensi hakim dalam menegakkan hukum dalam konteks universal sangat dibutuhkan, akan tetapi sangat ironis apakah masih ada hakim yang baik di Indonesia, kalau ada “ siapa” dan kalau tidak ada yang baik mengapa?
Metodologi Syarh dalam Fiqh Al-Hadis: Pendekatan, Teknik, dan Perkembangannya Muadz Dhiyaulhaq Imran; Muhammad Ali Ngampo
Al-Qawānīn: Jurnal Ilmu Hukum, Syariah, dan Pengkajian Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Kajian Interdisipliner Hukum dan Pemikiran Islam
Publisher : Pusat Studi Hukum Islam (PSHI) YPI Shafal 'Ulum Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70193/alqawanin.v2i1.06

Abstract

Puncak perkembangan metode syarh hadis terjadi pada masa kodifikasi hadis, terutama setelah abad ke-3 Hijriah. Pada masa ini, banyak muncul karya-karya besar di bidang syarh hadis yang disusun secara sistematis. Para ulama mulai menuliskan penjelasan-penjelasan lengkap atas kitab-kitab hadis kanonik seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, dan lain-lain. Teknik tafsir hadis merupakan istilah lain dari metode fikih atau metode syarah hadis. Kedua istilah ini pada hakikatnya sama, meskipun memiliki perbedaan pada sisi yang lain. Begitu pula dengan pendekatan yang digunakan dalam memahami dan menafsirkan hadis. Setiap metode penafsiran sabda nabi memiliki kelebihan dan kekurangan tertentu. Selain memahami ilmu bahasa, seseorang juga harus memperhatikan konteks di mana hadis itu disampaikan dan bagaimana orang tersebut memahaminya. Dalam ranah ini, beberapa pendekatan dapat digunakan untuk memahami hadis. Namun, hal ini juga dapat digunakan untuk melihat tipologi syarah hadis yang berkembang.
PERIWAYATAN HADIS: ANALISIS TEKNIK, SYARAT, DAN METODE Fahman, Azzah Fadiyah Nurfadhilah; Muhammad Ali Ngampo; Tasmin Tangngareng
As-Sulthan Journal of Education Vol. 1 No. 3 (2025): February
Publisher : As-Sulthan Journal of Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the techniques and methods used in the transmission of Hadith, as well as the conditions that must be fulfilled in the process of transmission. The research employs a library research method, examining various literature and reliable sources related to the transmission of Hadith. The primary focus of this study is to understand the different techniques of Hadith transmission, whether it involves transmission through exact wording (oral transmission) or through meaning (translation or interpretation), as well as to identify the conditions required for a Hadith to be accepted as a valid narration. In the transmission of Hadith, several methods are used, including As-Sima' (direct hearing), Al-Qiroah (reading), Al-Ijazah (permission to transmit), Al-Munawalah (providing written works or books), Al-Mukatabah (written communication), Al-I'lam (notification without permission), Al-Washiyah (written will), and Al-Wijdan (finding narrations in books). The results of this study show that each transmission method has its own characteristics and role in maintaining the authenticity and authority of Hadith. Additionally, conditions such as the integrity of the narrators, the consistency of the chain of narrators (sanad), and the alignment of the Hadith text (matan) with historical facts are crucial in ensuring the validity of accepted narrations. In conclusion, a deep understanding of the techniques, methods, and conditions for Hadith transmission is essential to preserving the authenticity of Islamic teachings and passing down the legitimate knowledge to future generations.