Desa Nggawia, Kecamatan Tojo Barat, menghadapi permasalahan terkait minimnya sarana identitas wilayah seperti papan nama desa, masjid, dan rumah aparat, serta kurangnya fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keteraturan tata ruang desa, kesulitan dalam mengenali fasilitas publik, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diusulkan kegiatan pembuatan dan pemasangan papan nama pada fasilitas publik serta penyediaan tempat sampah terpilah organik–anorganik di titik strategis desa. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat identitas wilayah, mempermudah akses informasi publik, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam penataan lingkungan yang bersih dan teratur. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dan pemerintah desa dalam setiap tahapan, meliputi survei kebutuhan, perancangan desain, pembuatan dan pemasangan sarana, sosialisasi pengelolaan sampah, serta monitoring dan evaluasi pasca-kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan terpasangnya 12 papan nama dan 10 unit tempat sampah di lokasi strategis, terlaksananya sosialisasi dengan partisipasi aktif warga, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap identitas wilayah dan kebersihan lingkungan. Kesimpulannya, program ini berhasil menjawab kebutuhan mitra dengan memberikan dampak positif terhadap keteraturan tata ruang dan perilaku peduli lingkungan, serta berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian lokal.
Copyrights © 2025