Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Desa Tunggak Cerme, Kabupaten Probolinggo, masih menghadapi kasus stunting yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang dan pola asuh anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan kader dan masyarakat, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pre-test dan post-test sebesar 40%. Kader juga menjadi lebih terampil dalam melakukan pengukuran tumbuh kembang anak, sementara masyarakat, khususnya ibu balita, memperoleh pemahaman lebih baik mengenai pentingnya gizi seimbang. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan Posyandu dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting di tingkat desa.
Copyrights © 2025