Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemerdayaan Posyandu Sebagai Strategi Pencegahan Stunting Pada Anak Dini di Desa Tunggak Cerme Wati, Ning Jamila; Devy Habibi Muhammad; Dwi ayu Wulandari; Murtin Murtin; May dwi
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i6.6639

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Desa Tunggak Cerme, Kabupaten Probolinggo, masih menghadapi kasus stunting yang berkaitan dengan rendahnya pemahaman masyarakat tentang gizi seimbang dan pola asuh anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu melalui pelatihan, pendampingan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan kader dan masyarakat, yang ditunjukkan oleh kenaikan skor rata-rata pre-test dan post-test sebesar 40%. Kader juga menjadi lebih terampil dalam melakukan pengukuran tumbuh kembang anak, sementara masyarakat, khususnya ibu balita, memperoleh pemahaman lebih baik mengenai pentingnya gizi seimbang. Program ini membuktikan bahwa pemberdayaan Posyandu dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan stunting di tingkat desa.
Pembuatan dan penerapan Media Pembelajaran Kreatif bagi Anak Usia Dini di RA Badtrut Tamam dengan Media Pop Up Kupu Kupu Wahyuni, Sri; Wati, Ning Jamila; Millah, Dewi Umdatul; Susilawati, Susilawati; Windasari, Indriana Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12685

Abstract

Pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam mengembangkan kecerdasan, kreativitas, dan keterampilan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan media pembelajaran kreatif berupa Pop-Up Kupu-Kupu di RA Badrut Tamam guna meningkatkan minat dan keterlibatan anak dalam belajar. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi, melalui kolaborasi antara mahasiswa PPL, guru, dan peserta didik. Media Pop-Up Kupu-Kupu dibuat dari bahan sederhana seperti karton dan kertas origami, kemudian digunakan dalam pembelajaran tematik bertema “Kupu-Kupu.” Hasil observasi menunjukkan anak tampak antusias, fokus, serta mampu mengenal bentuk, warna, dan tahapan metamorfosis kupu-kupu. Kegiatan ini juga melatih motorik halus dan interaksi sosial anak. Refleksi menunjukkan bahwa media ini efektif, menarik, dan layak digunakan sebagai contoh praktik baik dalam pembelajaran anak usia dini
PENERAPAN PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4 – 5 TAHUN DI RA NURUL AFIFAH WRINGINANOM Wati, Ning Jamila; Windasari, Indriana Warih
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan tradisional engklek dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di RA Nurul Afifah Wringinanom. Permainan engklek dipilih karena aktivitasnya melibatkan gerakan melompat, mengangkat kaki, menjaga keseimbangan, serta koordinasi tubuh yang sangat penting bagi perkembangan motorik anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 13 anak. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik kasar yang cukup signifikan pada setiap siklus. Pada pra-tindakan, hanya 4 dari 13 anak (31%) yang mencapai indikator perkembangan. Pada siklus I terjadi peningkatan menjadi 7 anak (54%), meskipun beberapa anak masih terlihat kurang stabil saat melompat. Pada siklus II, kemampuan anak meningkat lebih optimal menjadi 11 anak (85%), dan mereka mampu melompat dengan satu kaki, mengikuti pola kotak, serta mengoordinasikan gerakan tubuh dengan lebih baik. Dengan demikian, permainan tradisional engklek terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan motorik kasar anak usia dini