Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana naskah drama Tempat Pelepasan Suara karya Syafril merepresentasikan persoalan sosial dan ideologis melalui bahasa. Dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough, penelitian ini mengungkap bahwa naskah tersebut tidak hanya menyajikan konflik emosional individu, tetapi juga menyingkap praktik kekuasaan yang tersembunyi di balik retorika demokrasi. Melalui tiga dimensi analisis—tekstual, praktik diskursif, dan praktik sosial—ditemukan bahwa suara individu dikomodifikasi layaknya produk iklan, ekspresi emosional dibatasi oleh birokrasi, relasi kuasa tidak seimbang, ruang dilekatkan pada simbol ideologis, dan kampanye politik diparodikan sebagai kritik sosial. Dengan demikian, naskah ini berfungsi sebagai kritik terhadap demokrasi prosedural yang sarat manipulasi dan kontrol wacana.
Copyrights © 2025