Penelitian ini menganalisis pemaknaan dan penerimaan masyarakat Purwokerto terhadap program siaran kearifan lokal di Banyumas Televisi (BTV). Sebagai media lokal, BTV berperan mengkomunikasikan nilai-nilai kearifan lokal daerah tersebut. Tujuan penelitian adalah mengukur kekuatan konten kearifan lokal dalam program BTV serta memahami respons khalayak. Metode kualitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui FGD, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teori analisis resepsi Stuart Hall, mencakup tiga posisi pembacaan: dominant-hegemonic, negotiated, dan oppositional reading. Hasil penelitian menunjukkan variasi pemaknaan khalayak terhadap program BTV. Meskipun terdapat perbedaan interpretasi, seluruh informan (12 orang) cenderung berada pada posisi negotiated reading. Mereka menerima konten kearifan lokal yang disajikan, tetapi dengan penyesuaian berdasarkan minat dan pengalaman pribadi. Temuan ini mengindikasikan bahwa program BTV berhasil mengangkat identitas lokal, namun pemahaman khalayak dipengaruhi oleh konteks sosial individu. Implikasinya, televisi lokal perlu memperkuat strategi produksi konten yang relevan dengan kebutuhan heterogen masyarakat.
Copyrights © 2025