Pengabdian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan konsep khidmah yang dilakukan oleh sopir kiai di Pondok Pesantren Nurul Qur’an serta memahami nilai-nilai pengabdian yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dengan memanfaatkan potensi yang ada pada individu maupun lingkungan pesantren melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Pengabdian menunjukkan bahwa khidmah sopir kiai tidak hanya sebatas aktivitas mengemudi, tetapi juga mencerminkan ketulusan, kesetiaan, dan pengabdian yang menjadi bagian integral dari kehidupan pesantren. Dengan pendekatan ABCD, dapat terlihat bahwa aset berupa kesabaran, loyalitas, serta pengalaman sopir menjadi modal utama dalam menopang aktivitas pesantren dan membangun kedekatan emosional antara santri, kiai, dan masyarakat sekitar. Kesimpulannya, penerapan metode ABCD membantu menegaskan bahwa khidmah sopir kiai merupakan bentuk pengabdian yang bernilai spiritual, sosial, dan edukatif, serta berkontribusi dalam penguatan budaya pesantren. Dengan pendekatan ABCD, khidmah sopir kiai dapat dipandang sebagai aset sosial budaya karena ia menjaga kesinambungan nilai tradisi pesantren, memperkuat solidaritas komunitas, dan menjadi teladan pengabdian yang memberi kontribusi nyata dalam pengembangan pesantren.
Copyrights © 2025