Artikel pengabdian ini bertujuan mengkaji optimalisasi sistem pengelolaan laundry di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Ponorogo melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juli – 25 Agustus 2025 dalam rangka Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM), dengan tahapan Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny. Metode yang digunakan mencakup pemetaan aset, diskusi kelompok, serta keterlibatan langsung santri bagian laundry. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pesantren memiliki sejumlah aset, meliputi sumber daya manusia (±10 santri bertugas bergiliran), fasilitas fisik (mesin cuci, pengering, setrika, jemuran), logistik (detergen, pewangi, pelembut), serta dukungan komunitas internal (pengurus dan pengasuh). Melalui tahap Dream, dirumuskan visi laundry yang efisien, hemat biaya, bebas kesalahan distribusi, serta mendukung pembentukan karakter santri. Pada tahap Design dan Define, strategi yang disusun meliputi penerapan SOP penggunaan bahan, labelisasi pakaian, penjadwalan fleksibel, pemeliharaan mesin, dan pembentukan tim pengawas. Implementasi strategi ini berhasil meningkatkan ketepatan distribusi, kualitas hasil cucian, dan pemerataan beban kerja. Refleksi tahap Destiny menunjukkan masih ada kendala, seperti konsistensi penerapan SOP, kebutuhan biaya tambahan, dan tantangan pengeringan di musim hujan. Secara umum, sistem laundry cukup baik, namun tetap memerlukan penguatan agar lebih efisien, ramah lingkungan, dan mendukung kenyamanan santri.
Copyrights © 2025