UMKM merupakan sektor strategis di Indonesia, namun masih menghadapi khususnya dalam pengelolaan keuangan. Hal ini secara konkrit terjadi pada UMKM yang berada di Desa Hane, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sebagian besar pelaku usaha belum menerapkan sistem pencatatan keuangan, yang berdampak pada tidak optimalnya pengelolaan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam pencatatan keuangan menggunakan metode single entry. Metode pelaksanaan meliputi persiapan (observasi dan wawancara), pelaksanaan (pelatihan menggunakan pendekatan experiential learning), dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian kegiatan, pelaku UMKM mampu memahami dan mulai menerapkan pencatatan transaksi secara sederhana, seperti buku kas harian, serta dapat menyusun laporan keuangan dasar. Penerapan sistem single-entry terbukti relevan dan mudah diadopsi oleh pelaku usaha tanpa latar belakang akuntansi. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan pencatatan keuangan sederhana dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan tata kelola usaha dan keberlanjutan ekonomi pelaku UMKM di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2025