Penelitian ini bertujuan membangun model perilaku impulsive buying dengan menganalisis pengaruh flash sale dan social media advertising terhadap perilaku pembelian impulsif Generasi Z pengguna Shopee, dengan FOMO sebagai variabel mediasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei, penelitian ini melibatkan 145–290 responden.Variabel yang dikaji adalah flash sale dan social media advertising sebagai prediktor utama yang memengaruhi impulsive buying melalui pengalaman psikologis berupa FOMO. Data dianalisis menggunakan SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas, serta PLS-SEM untuk analisis verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flash sale berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulsive buying, baik secara langsung maupun melalui FOMO. Sebaliknya, social media advertising tidak berpengaruh langsung, namun memiliki pengaruh tidak langsung yang signifikan melalui FOMO. Temuan ini berkontribusi secara teoretis terhadap literatur perilaku konsumen digital dan memberikan implikasi praktis bagi pelaku e-commerce dalam merancang strategi promosi efektif bagi Generasi Z.Model ini menjadi acuan strategis dalam memanfaatkan urgensi dan eksposur sosial digital untuk mendorong pembelian impulsif.Kata Kunci- : flash sale, social media advertising, FOMO, impulsive buying
Copyrights © 2025