Kehilangan hasil pertanian pascapanen merupakan salah satu tantangan besar yang dihadapi petani di pedesaan, termasuk di Desa Pasi Ara WT, Kecamatan Woyla Timur, Kabupaten Aceh Barat. Proses perontokan kacang tanah masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, tenaga kerja yang banyak, serta menimbulkan risiko kerusakan biji. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan mesin perontok sekaligus penyortir kacang tanah berbasis bahan lokal yang mudah dioperasikan. Metode penelitian dilakukan melalui identifikasi masalah, perancangan desain, pembuatan alat, uji coba, evaluasi, dan sosialisasi penggunaan kepada petani. Hasil uji menunjukkan bahwa mesin mampu beroperasi dengan kapasitas kerja 150 kg/jam dan efisiensi 96,27%, atau 5–6 kali lebih cepat dibandingkan metode manual. Selain itu, tingkat kerusakan biji kacang menurun secara signifikan sehingga kualitas panen lebih utuh dan bernilai jual lebih tinggi. Dampak penggunaan mesin ini meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi waktu, pengurangan biaya tenaga kerja, serta peningkatan pendapatan petani. Dari aspek sosial, inovasi ini mendorong kolaborasi antarpetani dan memperkuat kemandirian desa. Dengan demikian, mesin perontok kacang tanah ini dinilai sebagai teknologi tepat guna yang relevan, mudah diaplikasikan, serta berpotensi direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik pertanian serupa.
Copyrights © 2025