Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan karakteristik batubara dari daerah Sorong, Papua Barat Daya, dan Kalimantan Selatan melalui analisis proksimat. Sampel batubara diambil dari Desa Ninjemur, Distrik Moi Segen, Kabupaten Sorong, serta Desa Bilas, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Tahapan penelitian meliputi preparasi sampel dengan kominusi hingga ukuran 65 mesh, kemudian dilakukan pengujian laboratorium terhadap kadar air (moisture), kadar abu (ash), zat terbang (volatile matter), karbon tetap (fixed carbon), serta nilai kalor (calorific value). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batubara Kalimantan Selatan memiliki kandungan air 9,027%, kandungan abu 43,997%, zat terbang 38,870%, nilai karbon 8,106%, dan nilai kalori 4.408,2 btu/lb. Sementara itu, batubara Sorong memiliki kandungan air 10,054%, kandungan abu 48,011%, zat terbang 37,188%, karbon tetap 4,747%, dan nilai kalori 4.120,2 btu/lb. Berdasarkan klasifikasi ASTM D388, kedua sampel termasuk dalam rank lignit. Meskipun demikian, batubara Kalimantan Selatan menunjukkan kualitas lebih baik dibandingkan Sorong karena memiliki kadar air dan abu lebih rendah, serta nilai kalor lebih tinggi. Oleh karena itu, kedua jenis batubara berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik, dengan batubara Kalimantan Selatan relatif lebih efisien.
Copyrights © 2024