Kebijakan Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup menimbulkan persoalan hukum dan keselamatan lalu lintas, khususnya bagi kelompok lanjut usia (lansia). Seiring bertambahnya usia, penurunan kemampuan fisik dan kognitif pada lansia dapat berdampak langsung terhadap keselamatan berkendara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi pembaharuan kebijakan SIM seumur hidup terhadap lansia berdasarkan asas dan tujuan berlalu lintas yang menjunjung tinggi keselamatan, ketertiban, dan kepastian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan SIM seumur hidup bertentangan dengan asas kehati-hatian dan tujuan menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib. Oleh karena itu, diperlukan pembaharuan kebijakan melalui mekanisme evaluasi kesehatan berkala bagi pemegang SIM lansia, tanpa mengabaikan hak mobilitas mereka. Rekomendasi dari penelitian ini adalah penyesuaian regulasi yang lebih adaptif terhadap dinamika usia dan kondisi kesehatan pengemudi, guna menciptakan sistem lalu lintas yang berkeadilan dan berkeselamatan.Kata kunci: kebijakan SIM, lansia, keselamatan lalu lintas, asas berlalu lintas, pembaharuan hukum
Copyrights © 2025