This research is motivated by the readiness of teachers in implementing the independent curriculum at SDN 03 Pancung Tebal. This research uses a qualitative approach. The subjects in this research are teachers at SDN 03 Pancung Tebal. The results of the research show that (1) most teachers at SDN 03 Pancung Tebal already have a basic understanding of the principles of the Independent Curriculum. However, this understanding is not evenly distributed and cannot be translated optimally into real teaching practice, especially by senior teachers and their training is limited, thus creating a mismatch between theory and application; (2) Teachers show mental readiness and high enthusiasm to implement the new curriculum, which is demonstrated by participation and training. However, their technical readiness is still very weak, especially in planning and assessing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), due to an insufficient understanding of the philosophy and mechanisms of P5; (3) Schools face significant challenges, such as limited books that are in accordance with the curriculum and most importantly, the lack of stable internet access. ABSTRAKPenelitian ini dilatar belakangi oleh kesiapan guru dalam implementasi kurikulum merdeka di SDN 03 Pancung Tebal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif .Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru di SDN 03 Pancung Tebal. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) Mayoritas guru di SDN 03 Pancung Tebal sudah memiliki pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka. Namun, pemahaman ini belum merata dan belum dapat diterjemahkan secara optimal ke dalam praktik mengajar nyata, terutama oleh guru senior dan pelatihannya terbatas, sehingga menciptakan kesenjangan antara teori dan aplikasi; (2) Guru-guru menunjukkan kesiapan mental dan antusiasme yang tinggi untuk menerapkan kurikulum baru, yang ditunjukkan dengan partisipasi dan pelatihan. Namun, kesiapan teknisnya masih sangat lemah, khususnya dalam merancang dan menilai Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), akibat pemahaman yang kurang mendalam tentang filosofi dan mekanisme P5; (3) Sekolah menghadapi tantangan yang signifikan, seperti keterbatasan buku yang sesuai dengan kurkulum dan paling utama, tidak adanya akses internet yang stabil.
Copyrights © 2025