Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB

Pengaruh Pola Arsitektur Biofilik Terhadap Kualitas Hidup Taman Kota (Studi Kasus: Taman Singha Merjosari)

Andini Puspita Sucahyawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2025

Abstract

Perkembangan Kota Malang menyebabkan penurunan jumlah ruang terbuka publik disertai dengan penurunan kualitasnya. Arsitektur biofilik menghubungkan manusia dengan alam pada tata ruang luar dan dalam meningkatkan kualitas hidup. Namun, penelitian terkait penerapan arsitektur biofilik yang sesuai dengan kondisi taman kota Indonesia masih belum banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pola arsitektur biofilik pada Taman Singha Merjosari serta menganalisis persepsi pengunjung terkait tingkat layanan dan kepentingan bagi kualitas hidup. Jenis penelitian kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi visual, dokumentasi, dan kuisioner. Data dianalisis melalui analisis visual dan Importance Performance Analysis. Penerapan pola arsitektur biofilik di Taman Singha Merjosari yang paling banyak adalah kelapangan, sedangkan pola yang paling sedikit diterapkan adalah ketegangan/resiko. Sementara itu, kualitas hidup Taman Singha Merjosari yang paling tercapai adalah kesegaran fisik, sedangkan yang kurang tercapai adalah keakraban sosial. Taman Singha Merjosari memerlukan optimalisasi penerapan pola arsitektur biofilik untuk pola keberadaan air, pencahayaan dinamis, bentuk dan pola biomorfik, kerumitan dan tatanan alam, misteri, perlindungan, serta koneksi material dengan alam. Optimalisasi pada penerapan pola-pola tersebut dapat meningkatkan kualitas taman yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengunjung dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kualitas hidup. Kata kunci: Arsitektur biofilik, kualitas hidup, ruang terbuka, Taman Singha Merjosari

Copyrights © 2025