Koridor Jalan Soekarno Hatta Kota Malang merupakan salah satu kawasan perdagangan dan jasa strategis yang berkembang pesat. Perkembangan yang diikuti oleh meningkatnya kepadatan dan keramaian memunculkan tantangan dalam pengelolaan ruang publik perkotaan. Aktivitas penggunaan ruang publik dipicu oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sebagai pelaku sektor informal yang menyebabkan singgungan antar pengguna ruang dan penumpukan aktivitas di beberapa titik koridor jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan area pedagang kaki lima di koridor Jalan Soekarno Hatta Malang berdasarkan perilaku pengguna. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif menggunakan metode observasi pemetaan perilaku berjenis place-centered mapping. Penelitian ini berfokus pada aktivitas pemanfaatan ruang yang dipicu oleh keberadaan PKL dengan meninjau pengaruh setting fisik ruang publik terhadap perilaku pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setting fisik ruang mempengaruhi perilaku dan kecenderungan pengguna ruang dalam beraktivitas. Pola aktivitas pemanfaatan ruang yang terbentuk dipengaruhi oleh keterbukaan/akses dari area-area yang diamati dan ketersediaan elemen-elemen fisik penunjang aktivitas. Kata kunci: pemanfaatan ruang, aktivitas, PKL, pemetaan perilaku
Copyrights © 2025