Penelitian ini memfokuskan pada upaya rekonstruksi elemen-elemen utama permukiman adat tari kolot Kasepuhan Ciptarasa (1984–2000), sebagai bagian dari strategi pelestarian memori kolektif masyarakat adat Pancer-Pangawinan. Melalui pendekatan kualitatif dengan paradigma partisipatoris, data etnografis dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi kontekstual, kemudian ditransformasikan ke dalam bentuk visual spasial. Rekonstruksi ini tidak hanya menghasilkan arsip bentuk arsitektur historis, tetapi juga mengartikulasikan relasi kompleks antara konfigurasi fisik, struktur kosmologis budaya, dan sistem kepercayaan lokal. Proses validasi dilakukan secara intensif oleh para sesepuh dan pemangku adat, yang memperkuat legitimasi serta otentisitas representasi visual yang dihasilkan. Temuan menunjukkan bahwa struktur spasial dalam konteks adat merupakan hasil dari interaksi simbolik antara manusia, lanskap ekologis, dan sistem pengetahuan spiritual. Studi ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan metodologi konservasi permukiman adat berbasis ingatan kolektif dan keterlibatan aktif komunitas lokal. Kata kunci: rekonstruksi visual, permukiman adat, memori kolektif, Kasepuhan Ciptarasa, pelestarian budaya
Copyrights © 2025