Sectio caesarea merupakan prosedur pembedahan mayor yang berisiko menimbulkan gangguan sistem gastrointestinal, ditandai dengan keterlambatan peristaltik usus. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan karakteristik ibu post sectio caesarea dengan durasi kembalinya flatus. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi pendidikan, pekerjaan, paritas, jenis SC, dan indikasi SC, dengan pencatatan waktu flatus sebagai indikator pemulihan fungsi usus. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan hanya indikasi operasi SC yang berhubungan signifikan dengan durasi flatus (p = 0,010): pasien dengan cephalopelvic disproportion (CPD) mengalami flatus lebih cepat, plasenta previa cenderung pada kategori sedang, dan oligohidramnion lebih sering lambat. Variabel pendidikan, pekerjaan, paritas, dan jenis SC tidak menunjukkan hubungan bermakna (p > 0,05). Temuan ini menegaskan bahwa faktor fisiologis dan kompleksitas operasi lebih dominan mempengaruhi pemulihan fungsi gastrointestinal dibanding faktor demografis. Implikasi praktisnya adalah perlunya mempertimbangkan indikasi operasi dalam perencanaan asuhan keperawatan untuk mempercepat pemulihan pasien pasca SC. Kata kunci: sectio caesarea, karakteristik ibu, flatus
Copyrights © 2025