Kesenian menjadi krusial dalam perkembangan dan pembentukan identitas suatu masyarakat. Hal ini dikarenakan sifatnya yang turun-temurun dan perkembangan atas penyesuaian suatu kelompok terhadap sekitar, serta kesadarannya sebagai sebuah masyarakat. Kesenian, lebih spesifiknya seni tari, merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari Sejarah Indonesia, khususnya Masa Mataram Islam. Salah satu pewaris dan penerus kesenian Mataram Islam tersebut merupakan Praja Mangkunegaran. Berbagai macam tarian berkembang di Praja Mangkunegaran, salah satunya adalah Srimpi Muncar Maka dari itu, penelitian ini disusun dengan tujuan menganalisis perkembangan Tarian Srimpi Muncar di Praja Mangkunegaran dan menjelaskan pengaruh Tarian Srimpi Muncar terhadap kelestarian kesenian Mataram Islam di Praja Mangkunegaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah. Menurut metode ini, penelitian dilakukan dalam lima (5) tahap. Pertama (1), pemilihan topik. Kedua (2), heuristik atau pencarian sumber. Ketiga (3), verifikasi sumber. Keempat (4), interpretasi. Kelima (5), historiografi atau penulisan sejarah. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa Srimpi Muncar Gaya Mangkunegaran merupakan sebuah perkembangan dan penyusunan ulang oleh Mangkunagara VII terhadap Srimpi Muncar Gaya Yogyakarta. Perkembangan ini menghasilkan sebuah tari yang memadukan Gagrak Mataraman Yogyakarta dengan Gaya Surakarta. Selain itu, Srimpi Muncar juga memainkan peranan penting dalam melestarikan dan mengembangkan kesenian Mataram Islam, serta pencerminan sebuah revivalisme pada masa kekuasaan Mangkunagara VII.
Copyrights © 2025