Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar sangat bergantung pada transportasi laut yang memiliki risiko kecelakaan tinggi, di mana sekitar 80% insiden disebabkan oleh faktor manusia. International Safety Management (ISM) Code diterapkan di PT Pelni (Persero) untuk meningkatkan keselamatan pelayaran, untuk mengetahui tingkat pemahaman ABK terhadap elemen kedelapan ISM Code serta kesiapsiagaan mereka dalam menghadapi keadaan darurat. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan total sampling terhadap 80 Anak Buah Kapal PT.Pelni (Persero) melalui kuisioner. Gambaran menunjukkan bahwa 55% ABK memiliki tingkat pemahaman baik dan 45% kategori kurang baik, sedangkan tingkat kesiapsiagaan tergolong sangat baik dengan 98,75%ABK berada pada kategori baik dan 1,25% yang kurang baik. Masih diperlukannya peningkatan frekuensi simulasi (drill) 2 kali setiap pekan, dibuat visualisasi berupa pemutaran video simulasi (drill) dan evaluasi berkala untuk ABK agar kesiapsigaan dan budaya keselamatan kerja selalu tetap diterapkan secara konsisten, walaupun pemahaman elemen delapan serta kesiapsiagaan dalam mengahdapi keadaan darurat sudah baik.
Copyrights © 2025