Alkohol adalah zat psikoatif yang bersifat adiktif, disebut psikoatif karena alkohol bekerja secara selektif terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol jenis tuak dengan kadar asam urat di Banjar Abiantimbul. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat easy touch GCU. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 43 pria berusia >30 tahun yang mengonsumsi minuman beralkohol jenis tuak. Hasil diperoleh kebiasaan konsumsi tuak berdasarkan frekuensi konsumsi diperoleh sebanyak 32 orang (74,4%) menyatakan mengonsumsi tuak (≥3 kali seminggu) dan lama konsumsi sebanyak 28 orang (65,1%) menyatakan telah mengonsumsi tuak ≥5 tahun. Hasil pemeriksaan kadar asam urat pada 43 pria diperoleh nilai minimum sebesar 5,0 mg/dL, nilai maksimum sebesar 12,2 mg/dL, dan rata-rata kadar asam urat pada seluruh peminum tuak sebesar 7,853 mg/dL. Analisis chi-square antara kebiasaan mengonsumsi alkohol berdasarkan frekuensi minum dan lama konsumsi terhadap kadar asam urat menghasilkan nilai p value sebesar 0,000 (< 0,005) menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol jenis tuak dengan kadar asam urat. Diharapkan bagi masyarakat supaya menghindari minuman yang mengandung alkohol, dan mengutamakan pola hidup sehat, untuk meminimalisir kadar asam urat dalam darah tidak terlalu tinggi.
Copyrights © 2025